-->

Sejarah Lahirnya Pemikiran Jabariyah





Jabariyah berasal dari kata Jabara, yang mengandung arti memaksa. 


Memang dalam aliran ini terdapat paham bahwa manusia mengerjakan perbuatannya dalam keadaan terpaksa. Dalam istilah Inggris disebut fatalism atau predestination.

Masyarakat Arab sebelum Islam kelihatannya dipengaruhi oleh paham Jabariyah ini. 

Bangsa Arab yang pada waktu itu bersifat serba sederhana dan jauh dari pengetahuan, terpaksa menyesuaikan hidup mereka dengan suasana padang pasir, dengan panasnya yang terik serta tanah dan gunungnya yang gundul. 

Dalam keadaan yang demikian itu, mereka tidak banyak melihat jalan untuk mengubah keadaan sekeliling mereka sesuai dengan keinginan mereka sendiri. 

Mereka merasa lemah dan kehidupannya banyak bergantung pada keadaan alam sehingga timbul bagi mereka perasaan fatalistis.

Paham ini merupakan lawan dari paham qadariyah. 

Menurut paham jabariyah manusia tidak mempunyai kekuasaan untuk berbuat apa-apa, manusia tidak mempunyai daya, tidak mempunyai kehendak sendiri dan tidak mempunyai pilihan, 

manusia dalm perbuatan-perbuatannya adalah dipaksa dengan tidak ada kekuasaan, kemauan dan pilihan baginya.

Perbuatan-perbuatan diciptakan Tuhan didalam diri manusia, tak ubahnya dengan gerak yang diciptakan Tuhan dalam benda-benda mati. 

Oleh karena itu manusia dikatakan berbuat bukan dalam arti sebenarnya, tetapi dalam arti kiasan. 

Sebagaimana disebut air mengalir, batu bergerak, matahari  terbit dan sebagainya. 

Menurut paham ini kalau seorang mencuri misalnya, maka perbuatan mencuri itu bukanlah terjadi atas kehendaknya sendiri, tetapi timbul karena qadla dan qadar Tuhan yang menghendaki demikian. 

Dengan kata lain menusia mencuri bukanlah kehendaknya sendiri, akan tetapi Tuhanlah yang memaksanya mencuri. 

Manusia layaknya wayang yang digerakkan oleh dalang. Tanpa dalang, wayang tidak akan bisa bergerak.

Qudrat dan iradat itu adalah sebagai  alat yang dibekukan  dan yang sudah dicabut kekuasaanya. Adapaun hakekatnya, segala pekerjaan dan usaha apa saja yang kita lakukan ini, merupakan paksaan dari Allah swt semata. 

Sedangkan manusia tidak memiliki campur tangan sedikitpun. 

Bahkan kebaikan dan kejahatan juga adalah paksaan dari Tuhan, yang kemudian Allah kelak membalasnya dengan kenikmatan atau siksaan.

Jadi sebenarnya keadaan semacam itu bukanlah sebagai balasan atas kebaikan atau kejahatan yang dilakukannya, sebab manusia  itu tidak berhak menerimabalasan dan ganjaran dari apa yang dikerjakannya. 

Melainkan adanya kenikmatan dan siksaan itu hanyalah untuk membuktikan saja akan kebesaran Allah dalam qudrat dan iradatNya.

Paham jabariyah semacam itu merupakan jabariyah yang ekstrim, terdapat paham jabariyah lain yang bersifat moderat. 

Paham itu dibawa oleh al Husain ibn Muhammad al Najjar. 

Tuhanlah yang menciptakan perbuatan-perbuatan manusia, baik perbuatan jahat maupun perbuatan baik, tetapi manusia mempunyai bagian dari perwujudan atas perbuatan-perbuatan tersebut yaitu tenaga. 

Tenaga yang dihasilkan dalam diri manusia mempunyai pengaruh dalam perwujudan perbuatan-perbuatannya.

Baca Juga : 


REFERENSI

Nasution, Harun. 2015 Teologi Islam, Jakarta : UI Press.
Mu’in, Abdul. 1992. Ilmu Kalam, Jakarta: Wijaya.
Labels: PEMIKIRAN

Thanks for reading Sejarah Lahirnya Pemikiran Jabariyah. Please share...!

0 Komentar untuk "Sejarah Lahirnya Pemikiran Jabariyah"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top