Kemakmuran Masyarakat Pada Masa Dinasti Abbasiyah

Pada masa Daulah Abbasiyah banyak sekali faktor yang membedakan dengan masa Daulah Umayyah, 

salah satunya adalah ketika bani Umayyah memimpin, masyarakat dan khalifahnya cenderung lebih di kuasai oleh masyarakat Arab dan bahkan salah satu kebijakan Khalifah adalah Arabisasi, 

sehingga masa Daulah Umayyah lebih di dominasi oleh masyarakat Arab. 

Berbeda dengan Daulah Abasiyah, pemerintahan Abbasiyah cenderung lebih Internasional dan mencampur aduk kan antara masyarakat Arab dan non Arab tanpa membeda-bedakan antara keduanya, 

sehingga terciptalah masyarakat yang bisa berinteraksi terhadap masyarakat yang lebih luas.

CERMINAN KEMAJUAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 

Kemakmuran masyarakat Daulah Abbasiyah juga di buktikan dengan berbagai peristiwa sebagai berikut. 

Ketika masa pemerintahan Harun al Rasyid, banyak di ceritakan dalam sejarah tentang kebiasaan beliau dalam menjalankan pemerintahan di kerajaan, 

masyarakat Abbasiyah pada saat itu sudah makmur sehingga sering kali khalifah mengadakan pesta di dalam istana dengan meminum arak dan berbagai jamuan lainnya, 

selain itu khalifah juga sering mendatangkan para penyanyi dan penyair untuk menghibur sang khalifah dan beberapa pegawai kerajaan. 

Gaya hidup masyarakat Abbasiyah yang mencerminkan kemakmurannya, yang kedua adalah berendam di pemandian umum, 

fungsi pemandian umum saat itu bukan lagi sebagai tempat untuk membersihkan badan, 

akan tetapi lebih sebagai tempat untuk bersenang-senang dan menjadi bagian dari kemewahan

Hal lain yang bisa menunjukkan tingkat kemakmuran peradaban masyarakat pada masa dinasti Abbasiyah adalah pemanfaatan waktu luang yang terjadi pada masa itu. 

Berbagai permainan dalam ruangan di ciptakan untuk mengisi waktu luang seperti hal nya bermain catur, kartu dan lempar dadu. 

Bahkan al Rasyid di kenal sebagai khalifah Abbasiyah pertama yang bermain dan memasyarakatkan catur. 

Selain olahraga dalam ruangan, olahraga luar ruangan yang juga populer adalah panahan, polo, bola dan pemukul, lempar lembing, lomba berkuda dan berburu. 

Terdapat riwayat yang menyebutkan terdapat permainan bola yang menggunakan sebuah potongan kayu besar, mungkin saja ini adalah cikal bakal permainan tennis dalam bentuknya yang masih primitif. 

Berbagai hiburan dan permainan yang di ciptakan dan di lakukan oleh para penguasa Abbasiyah ini menjadi salah satu bukti dan cerminan bahwa betapa sudah makmurnya kehidupan masyarakat pada saat itu sehingga sampai khalifahpun memiliki waktu luang yang banyak untuk bersenang-senang den menghibur diri. 

KEMAJUAN BIDANG PERDAGANGAN DAN INDUSTRI 

Bukti kemakmuran masayarakat pada zaman Daulah Abbasiyah juga dapat di lihat dari segi perdagangan dan industrinya. 

Kekuasaan kerajaan yang luas dan tingkat peradaban yang tinggi itu di capai dengan melibatkan jaringan perdagangan inernasional yang luas, bahkan hingga ke China. 

Di sebelah barat, para pedagang Islam telah sampai ke Maroko dan Spanyol. 

Banyak sekali para masyarakat Baghdad yang mengalami kesuksesan dalam berdagang dan menjadi orang yang kaya pada saat itu, 

salah satunya adalah Ibn al Jashshash yang tetap kaya meskipun al Muqtadir menyita hartanya sebanyak 16 juta dinar, dan menjadi keluarga pertama yang menjadi pengusaha permata. 

Tingkat aktivitas perdagangan semacam ini hanya bisa di capai jika dukung oleh pengembangan industri rumah tangga dan pertanian yang maju. 

Industri kerajinan tangan sudah menjamur di berbagai pelosok kerajaan. Daerah Asia barat misalnya, daerah itu menjadi pusat industri karpet, sutera, kapas, dan kain wol, satin dan brokat, sofa dan kain pembungkus bantal, juga perlengkapan dapur dan rumah tangga lainnya. 

Di Asia tengah, tempat yang menyediakan berbagai barang pada awal abad pertengahan yaitu Bukhara. 

Bukhara sangat terkenal dengan produk sajadahnya. 

Industri penting lainnya adalah pembuatan kertas tulis yang di perkenalkan pada pertengahan abad ke-8 dari China ke Samarkhand.

PERKEMBANGAN DALAM BIDANG PERTANIAN 

Perkembangan dalam bidang pertanian juga menunjukkan kemakmuran yang di capai oleh masyarakat pada masa Daulah Abbasiyah. 

Bidang pertanian maju pesat pada awal dinasti Abbasiyah karena pusat pemerintahannya berada di daerah yang sangat subur, di tepian sungai yang biasa di kenal dengan  nama sawad. 

Pemerintah Abbasiyah menyadari bahwa pertanian sumber utama pemasukan negara, maka mereka membangun kembali dan memperbaiki beberapa saluran irigasi yang lama dari sungai efrat, dan membuka saluran irigasi baru. 

Dengan begitu tanah akan menjadi lebih subur dan dapat di pastikan juga bahwa masyarakatnya pun menjadi makmur. 

Berbagai macam tanaman di tanami di tanah yang subur. Daerah yang sangat subur berada berada di dataran tepian sungai sawad. 

Yang menumbuhkan berbagai jenis buah dan sayuran yang tumbuh di daerah panas maupun dingin. 

Kacang, jeruk, terung, tebu dan beragam bunga seperti bunga mawar dan violet juga tumbuh subur. Bukan hanya buah, bunga juga di budidayakan, 

bukan hanya di pekarangan rumah, tetapi juga dalam skala besar untuk di perjual belikan. 

Pabrik-pabrik parfum pun berdiri seiring dengan tumbuh suburnya bunga-bunga yang menawan di Damaskus, dan bahkan sari bunga mawar di pasarkan hingga ke Cina di sebelah timur, dan maroko sebalah barat.

Berbagai hal yang telah di uraikan di atas dapat di jadikan kesimpulan bahwa pada masa daulah Abbasiyah masyarakatnya begitu makmur, 

berbagai permainan dan hiburan muncul hanya sekedar untuk mengisi waktu luang, pabrik kertas, kain bahkan perfum pun menjamur di berbagai daerah daulah Abbasiyah. 

Bahkan dari segi pertanian pun bisa dibilang cukup sukses dalam menjalankan dan mengolah hasil bumi yang subur.

Baca Juga :  
Labels: SEJARAH ISLAM

Thanks for reading Kemakmuran Masyarakat Pada Masa Dinasti Abbasiyah. Please share...!

0 Komentar untuk "Kemakmuran Masyarakat Pada Masa Dinasti Abbasiyah"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top