Sejarah Dinasti Muwahhidun

BERDIRINYA DINASTI MUWAHIDUN

Dinasti Muwahidun berdiri pada abad ke 12 M. Di dirikan oleh seorang berber bernama Ibn Tumart. 

Ia lahir di Atlas sekitar tahun 1082 M, ia seorang pengelana yang haus ilmu pengetahuan. 

Masa remajanya di habiskan untuk belajar dari satu tempat ke tempat yang lain, mulai dari Cordova, Alexandria, Mekkah dan akhirnya di Baghdad, sehingga ia mengenal al Ghazali, dan pemikiran dan pandangan-pandangannya tidak jauh dengan al Ghazali. 

Ia adalah anak seorang penyala lampu masjid, ia menjalani kehidupan sebagai seorang pertapa, yang menentang musik, minuman dan segala bentuk permainan yang melalaikannya. 

Awalnya Muwahidun bukanlah sebuah Dinasti, melaikan sebuah gerakan keagamaan yang mengajarkan kepada sukunya atau suku-suku lain di Maroko doktrin Tauhid, keesaan Tuhan, dan konsep spiritual tentang keesaan Tuhan. 

Langkah ini merupakan bentuk protes terhadap paham antropomorfisme berlebihan di kalangan umat Islam. 

Ibn Tumart bahkan mengaku sebagi nabi yang di utus untuk memulihkan Islam kepada bentuknya yang murni dan asli. Karena itulah para pengikutnya di sebut al Muwahidun. 

Menyusul keberhasilan yang di dapatkannya itu, pada tahun 1117 M, gerakan keagamaan yang di pimpinnya itu menjadi gerakan politik, dan para pengikutnya menyebutnya dengan sebutan al Mahdi.

Gerakan ini semakin sukses karenaia di bantu oleh Abd al Mu’min, orang yang ahli dalam strategi dan militer, dan nantinya bakal menjadi panglima perang dan menjadi pengganti Ibn Tumart al Mahdi.

Seperti yang sudah di singgung di atas, ibn Tumart di gantikan oleh seorang panglimanya bernama Abd al Mu’min ibn ‘Ali, anak seorang pembuat tembikar dari suku Zanatah, yang menjadi Khalifah dinasti Muwahidun, 

dinasti terbesar yang pernah di lahirkan di Maroko, dan merupakan imperium besar yang tak ada bandingannya dalam sejarah Afrika. 

PERKEMBANGAN DINASTI MUWAHIDUN


Setelah Muwahidun berada di tangan al Mu’min, dinasti ini mengalami perkembangan. 

Menurut para sejarawan, al Mu’min memang pantas untuk menggantikan Ibn Tumart, karena keberhasilannya menaklukkan dinasti Murabitun dan ibu kotanya, Marakesh pada tahun 1145. 

Ia juga berhasil menguasai wilayah Fez, Ceuta, Tangier, dan Agmat. Setelah mengepung Maroko selama 11 bulan. 

Pengganti al Mu’min yaitu cucunya yang bernama Abu Yusuf Ya’qub al Manshur juga memiliki prestasi yang gemilang, ia membangun sebuah menara sebagai pelengkap bangunan Masjid, membangun rumah sakit yang bangunannya sangat megah dll.

KERUNTUHAN DINASTI MUWAHIDUN

Perhatian utama para Khalifah Muwahidun di Spanyol adalah memenangi perang suci melawan Kristen, namun keinginan itu tidak berhasil di capai. 

Kekalahan telak yang di alami di Las Navas de Tolosa pasa 1212 membuat mereka di usir dari semenanjung itu. 

Pertempuran ini di sebut dengan al Uqab.

Tentara kristen terdiri dari pasukan Aragon bersama rajanya, pasukan Navarre bersama rajanya dan satu unit pasukan elite Portugal bersama beberapa orang ksatria, di pimpin oleh Alfonso VIII dari Perancis. 

Khalifah al Nashir, putra al Manshur memimpin pasukan Arab dalam perang itu, hanya 1000 orang Arab yang berhasil lolos dari sekitar 600.000 pasukan yang berusaha melarikan diri. 

Al Nashir sendiri menyelamatkan diri ke Maroko dan meninggal dua tahun setelahnya. 

Bersama dengan itu, berakhirlah kekuasaan Muwahidun di Spanyol.

Lambat laun Muslim Spanyol terpecah menjadi sejumlah wilayah yang di kuasai oleh raja-raja Kristen, dan beberapa raja kecil Muslim. 

Di antara semua itu, Nashriyah dari Granada merupakan negeri yang paling menonjol dan menjadi representasi terakhir dari otorotas Muslim di semenanjung itu.

Di Maroko, para penerus al Nashir yang berjumlah sembilan dan semuanya merupakan keturunan Abd al Mu’min bertahan sampai ibu kota mereka Marakesh di rebut pada 1269 oleh suku Berber semi nomad dari banu Marlin, sebuah sempalan dari suku Zanatah. 

Abu Zakariya Yahya, gubernur Ifriqiyah, menyatakan kemerdekaannya dan mendirikan dinasti Hafsyiyyah. 

Hal itu berakibat pada hilangnya kekuasaan Muwahidun terhadap ibu kotanya dan dengan demikian berakhirlah kekuasaan dinasti Muwahiddun.

Baca Juga :  
Labels: SEJARAH ISLAM

Thanks for reading Sejarah Dinasti Muwahhidun. Please share...!

0 Komentar untuk "Sejarah Dinasti Muwahhidun"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top