-->

Sejarah Muslim Minoritas di Inggris

Sejarah Muslim Minoritas di Inggris - Muslim Eropa memang merupakan penduduk minoritas. Tantangan mereka sebagai seorang warga minoritas yang hidup diantra orang-orang non-Muslim yang merupakan mayoritas membuat mereka harus bekerja keras dalam memperoleh hak-haknya.

Sangat sulit sekali memang, karena Islam adalah sebuah agama yang memiliki citra buruk di mata Eropa.
Barat (Eropa) seringkali memperkuat pararelisme antara Islam dengan bahaya atau ancaman, Islam di presepsikan sebagai agama yang membahayakan dan penuh ancaman dengan memberikan nama-nama Islam Militan, Fundamentalisme Islam, dan bahkan terorisme.
Muslim di Eropa terbilang memiliki perjuangan yang lebih besari dibandingkan dengan Muslim di negara-negara yang mayoritas Islam. 

Karena mereka berada dibawah pemerintahan non Islam dan menerapkan sistem yang juga bukan sistem Islam, maka dari itu, penduduk Muslim di Eropa sangat bergantung pada demokrasi yang diterapkan oleh setiap negara. 

Demokrasi menjadi tempat berlindung para penduduk minoritas (termasuk Islam) untuk mereka mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara.

Asal-usul Muslim di Inggris

Sejarah Muslim Minoritas di Inggris - Sejarah Muslim di Inggris memiliki kesamaan dengan Perancis yaitu menemui akarnya ketika terjadinya kolonisasi ke negara-negara Timur. 

Imigran pertama yang datang pertama ke Inggris adalah dari Yaman dan Aden. Mereka menghimpun diri di Carfiff dan di situ mereka membangun masjid pertama di Inggris pada tahun 1870.


Sebelum pergantian abad datang kelompok Muslim lain dari India dan menetap di daerah London, disana mereka mambuat masjid Syah Jehan di Woking. 

Menjelang Perang Dunia II, penduduk Muslim Inggris telah mencapai 50.000 orang. Pada tahun 1971, ada sekitar setengah juta Muslim di Inggris atau 1,8% dari jumlah penduduk. Angka ini pada 1982 naik menjadi 1.250.000 Muslim. (2,2% dari penduduk).
Komunitas Muslim di Inggris terorganisasi lebih baik daripada Muslim di Perancis atau bahkan di Jerman Barat. Pada 1982, sekurang-kurangnya 700.000 dari jumlah Muslim adalah warga negara Inggris. 

Secara keseluruhan Muslim di Inggris sedikit lebih tinggi status sosialnya dari Muslim di Perancis dan Jerman Barat. Mereka terdiri dari para profesional, dokter, insinyur dan pegawai lainnya yang memiliki jabatan tinggi.

Dari segi keorganisasian, Muslim di Inggris masih banyak berorganisasi dalam skala lokal, masih belum memiliki organisasi yang bertaraf nasional. 

Biasanya masing-masing organisasi di tingkat lokal tersebut memiliki masjidnya sendiri-sendiri. ada sekitar seratus masjid di daerah London Raya, lima puluh di Lancashire, empat puluh di Yorkshire,dan tiga puluh di Minlands.

Diskriminasi-diskriminasi

Sejarah Muslim Minoritas di Inggris - Terkait dengan diskriminasi-diskrimiasi yang dialami oleh Muslim di Inggris sebenarnya tidak banyak terjadi, akan tetapi tidak bisa dipungkiri memang sebuah diskriminasi pasti akan didapatkan pada kelompok minoritas karena perbedaannya dengan yang mayoritas. 

Misalnnya saja Komite Perempuan dan Kesetaraan di Inggris mengatakan Muslimah tiga kali lipat tidak bekerja dan lebih sulit mencari pekerjaan dibandingkan wanita pada umumnya, dan lebih dari dua kali lipat tidak aktif secara ekonomi.
Sikap anti Islam ternyata masih memberikan pegaruh yang cukup besar. Hampir 71% wanita Muslim tidak bekerja, berbeda dengan wanita Kristen berkulit putih, yang sebenarnya memiliki keterampilan dan tingkat pendidikan yang sama. 

Hal itu ternyata masih menjadi momok yang mengerikan bagi Muslimah Inggris. Akan tetapi patut dihargai bahwa Muslim di Inggris sedikit lebih baik daripada negara Eropa yang lain. karena status sosial yang dimilikinya.


REFERENSI

Esposito, John L. 1996. Ancaman Islam Mitos atau Realita?. Bandung: Mizan.
Kettani, Ali, 2005. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa Ini. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Labels: SEJARAH ISLAM

Thanks for reading Sejarah Muslim Minoritas di Inggris. Please share...!

0 Komentar untuk "Sejarah Muslim Minoritas di Inggris"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top