-->

Demonstrasi Sebagai Konsekuensi Demokrasi

Harapan Demokrasi


Demonstrasi Sebagai Konsekuensi Demokrasi - Demokrasi berarti dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Demokrasi menjadi satu-satunya sistem yang sampai saat ini menjadi primadona bagi banyak negara. 

Pasalnya demokrasi adalah sistem yang menjadikan suara rakyat sebagai kedaulatan tertinggi. 



Dan semua sistemnya dilakukan dengan cara bermusyawarah. 

Demokrasi menjadi sistem yang juga dianggap lebih baik daripada sistem yang lain seperti tirani, monarkhi, aristokrasi dll, yang cenderung kedaulatan tertinggi berada di tangan satu orang atau suatu kelompok tertentu.



Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa demokrasi menjadikan kedaulatan tertingggi ada pada rakyat, maka disinilah letak anggapan bahwa demokrasi adalah sistem terbaik. 

Dengan mempertimbangkan kepentingan rakyat, maka pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat. 

Dan dalam pemerintahan demokrasi biasanya rakyat menyerahkan urusan pemerintahan mereka kepada wakil-wakil mereka di lembaga legislatif.


Dalam Islam juga mengenal sistem demokrasi, memang tidak menyebutkan secara langsung istilah demokrasi, akan tetapi substansinya sama dengan prinsip syuro yang diajarkan oleh nabi dan para sahabat yang juga tercantum dalam dua sumber al Qur’an. 

Maka tidak menjadi persoalan lagi jikalau masyarakat Muslim di dunia mengggunakan sistem demokrasi yang menjadi kepanjangan dan modifikasi dari konsep musyawarah dalam Islam.



Mempertahankan Demokrasi di Indonesia



Tidak ada persoalan yang tidak menimbulkan pro dan kontra, termasuk di dalamnya adalah demokrasi. 

Demokrasi sebagai sistem yang dianggap terbaik pun masih menyimpan perdebatan yang panjang. Perlawanan dan kritikan banyak dilakukan oleh golongan anti demokrasi. 

Di Indonesia yang menjadi pusat perhatian adalah perlawanan dari golongan Islamis yang sejatinya menolak sistem demokrasi dan menginginkan adanya musyawarah Islam.


Perlawanan tersebut rupanya berdasar pada lahirnya istilah dan konsep demokrasi, berasal dari Barat dan tidak berasal dari Islam, istilahnya pun menggunakan istilah dari Barat bukan dari Islam. 

Maka demokrasi dianggap sebagai sistem orang kafir dan bertentangan dengan Islam. 

Padahal substansi dari adanya demokrasi adalah musyawarah, dan bisa dibilang pengkafiran demokrasi hanyalah kesalahpahaman.




Semua sistem dan konsep pada dasarnya adalah baik, akan tetapi ketidaksempurnaan dan kecacatan sebuah sistem dan kosep terletak pada pengaplikasian konsep tersebut. 

Ketika sebuah konsep sudah masuk dalam tahap implementasi, maka tidak jarang banyak kesalahan-kesalahan dan masuknya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang merusak dan menjadikan cacat sebuah sistem.


Dalam hal ini demokrasi juga demikian, Masih banyak kecacatan demokrasi yang harusnya juga menjadi perhatian bagi pelaku demokrasi. 

Akan tetapi paling tidak demokrasi dianggap sebagai sistem terbaik karena masih memikirkan kepentingan rakyat dan menjadikan suara masyarakat sebagai kedaulatan tertinggi.

 


Tantangan Demokrasi


Demonstrasi Sebagai Konsekuensi Demokrasi - Seperti yang telah disinggung diatas bahwa demokrasi masih memiiki kekurangan diberbagai hal, termasuk didalamnya adalah kekurangan dalam ranah pengimplementasiannya. 

Demokrasi sebagai sistem terbaik saja masih memiliki kekurangan diberbagai hal, padahal satu-satunya sistem yang dianggap terbaik dan memperhatikan suara rakyat.


Kedaulatan ada di tangan rakyat selain sebagai sebuah kelebihan juga bisa menjadi sebuah kelemahan. 

Dalam ranah konsep, kepentingan rakyat sebagai tujuan utama adalah impian bagi negara manapun yang menginginkan sebuah kemakmuran, akan tetapi dalam ranah implementasi hal itu juga bisa menjadi sebuah kekurangan. 

Semua rakyat memiliki hak untuk bersuara, entah dari manapun mereka bersuara, kritikan-kritikan dan kebebasan rakyat dalam memilih jalannya menjadi kelemahan dari sistem demokrasi. 

Dan bahkan berakibat pada adanya kemungkinan untuk menggerogoti sistem demokrasi lewat jalur demokrasi.


Keterbatasan pemerintah akan penampungan aspirasi rakyat memanglah sangat terbatas, maka dari itu, tidak semua aspirasi rakyat bisa terakomodir dengan baik oleh pemerintah. 

Hal itu di sebagian tempat bisa menimbulkan kegaduhan. 

Dengan suara yang tidak terakomodir, mereka memaksa pemerintah untuk melihat mereka, mereka menunjukkan diri kedepan mata pemerintah dengan menggelar aksi demonstrasi. 

Dan menggunakan slogan-slogan kepentingan bersama dan keberpihakan terhadap rakyat kecil.



Demonstrasi tersebut sebagai bentuk ekspresi mereka terhadap pemerintah atas suara mereka yang tidak di dengar oleh pemerintah. 

Sampai saat ini, demonstrasi menjadi satu-satunya cara yang paling ampuh dalam menyuarakan suara mereka yang tidak didengar oleh pemerintah. 

Dan banyak dari suara rakyat yang kemudian didengar oleh pemerintah melalui jalur demonstrasi atas diberlakukannya sistem demokrasi, seperti suara nelayan cantrang, suara sopir angkot tanah abang, suara tujuh juta umat Islam, dan suara-suara lain yang sebenarnya masih banyak yang belum bisa terakomodir oleh pemerintah.


Maka sebagai pelaku demokrasi di Indonesia, patutlah kita untuk menjaga demokrasi dan persatuan negara. 

Dengan menjaga demokrasi, rakyat tidak akan terpecah belah dan rakyat akan terus bersatu seiring dengan berkembangnya zaman yang semakin maju dan menuntut rakyat dari sebuah bangsa juga ikut maju supaya tidak tertinggal dengan negara lain. 

Bhineka tunggal ika, adalah jargon Indonesia yang dengan hal itu, rakyat Indonesia diharapkan mampu bersatu dan bersaing dengan rakyat di negara lain.



Baca Juga :  


Labels: OPINI

Thanks for reading Demonstrasi Sebagai Konsekuensi Demokrasi. Please share...!

0 Komentar untuk "Demonstrasi Sebagai Konsekuensi Demokrasi"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top