Mahasiswa dan Kritikan atas Aksi Mahasiswa

Mahasiswa dan Kritikan atas Aksi Mahasiswa - Mahasiswa adalah salah satu elemen penting dalam perjuangan kemerdekaan negara Indonesia, pasalnya mahasiswa menjadi salah satu unsur yang ikut serta dalam memperjuangkan bangsa ini. Mahasiswa lah yang menjadi representasi dari golongan muda kala itu. Mereka berhasil memaksa Soekarno untuk berproklamasi demi kemerdekaan Indonesia.

Di era reformasi ini, mahasiswa Indonesia memiliki jumlah yang sangat banyak. Ratusan ribu mahasiswa tersebar di seluruh Indonesia, dengan slogan-slogan perjuangan dan keberpihakan terhadap rakyat kecil, mahasiswa selalu melakukan berbagai cara untuk tidak mau tunduk terhadap aturan pemerintah yang dinilai mendiskriminasi suatu kelompok, apalagi kelompok menengah bawah di Indonesia.

Maka dari itu, mahasiswa seperti slogan mereka, mereka dituntut untuk kritis dan tidak mau tunduk dengan rezim yang kapitalis, kekritisan mahasiswa tersebut memang adalah hal yang harus dilakukan, dengan kritis mahasiswa mampu menjadi unsur terpenting dalam kemajuan bangsa. Akan tetapi banyak aksi-aksi mahasiwa yang sekarang kurang mencerminkan sebagai mahasiswa, bahkan tidak jarang masyarakat lain ikut membully atas aksi mereka yang berlandaskan pembelaan dan kritik yang dinilai untuk membangun tersebut, lantas kenapa hal itu terjadi?

Dalam dunia kampus, umumnya mahasiswa dibedakan menjadi dua, yaitu mahasiswa aktivis dan non aktivis. Mahasiswa aktivis lebih cenderung sering mengekspresikan dirinya didepan umum dan lebih berani untuk mengkritik kebijakan, baik kebijakan kampus maupun kebijakan negara. Umumnya mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang masuk dalam organisasi kemahasiswaan tertentu, baik internal maupun eksternal.

Kemudian yang kedua adalah mahasiswa non aktivis, (mereka sering menjadi bahan ejekan bagi mahasiswa aktivis). Mahasiswa dengan jenis kedua ini cenderung lebih diam dan tidak berminat untuk melakukan perlawanan seperti hal nya mahasiswa jenis pertama. Mahasiswa non aktivis lebih mengutamakan pendidikan dalam bidang akademik. Mereka memilih untuk melatih hard skill mereka dengan cara membaca buku di perpustakaan sehingga penuh otak mereka dengan berbagai macam teori dan ilmu pengetahuan.

Kedua jenis mahasiswa di atas membuktikan bahwa representasi mahasiswa yang dilihat oleh masyarakat umum adalah mahasiswa yang jenis pertama, yaitu mahasiswa aktivis. Selain aktivitas kampus, mereka juga sering malakukan aksi keluar, dengan kualitas soft skill mereka. Maka yang dilihat oleh orang lain sebagai representasi dari mahasiswa secara umum adalah mahasiswa aktivis.

Mahasiswa aktivis, cenderung memiliki organisasi yang menggerakkannya, tak mungkin apabila mereka bergearak tidak atas nama organisasi tertentu. Disinilah masalahnya, masing-masing organisasi memiliki tujuan tersendiri, yang cenderung agak berbeda dengan organisasi lain. Dalam hal ini organisasi adalah identitas mereka. Satu identitas yang mereka tunjukkan di depan umum belum tentu membuat mereka diapresisasi.

Gerekan-gerakan yang mereka lakukan sebagai mahasiswa memang  tidak akan lepas dari persoalan identitas mereka. Ketika mereka menyuarakan rakyat kecil. Maka identitas mereka lah yang menyuarakan rakyat kecil, yang mengambil nama mahasiswa sebagai landasan perjuangan mereka. Masalahnya tidak semua orang sejalan dengan organisasi atau identitas mereka. Maka muncullah perdebataan yang pelik bagaimana mahasiswa ini bisa menunjukkan aspirasi mereka dengan elegan dan dengan versi mahasiswa, ada yang memilih untuk menggunakan media sosial, ada yang memilih untuk berdemo, dan ada yang memilih untuk diam saja.

Jadi, sekarang ini yang menjadi landasan perjuangan mahasiswa yang mutlak dari jargon-jargon dan memang menjadi sebuah keharusan bagi mahasiswa yang kemudian menjadi bahan perbincangan dan perdebatan bukan karena apa yang mereka suarakan, akan tetapi lebih kepada bagaimana mereka menyampaikan dan siapa yang menyampaikan. Karena setiap mahasiswa tidak terlepas dari organisasi tertentu, dan masing-masing organisasi memiiki tujuan yang berbeda dan kerap kali bersinggungan dengan organisasi lain.

Satu permasalahan yang sampai saat ini masih menjadi bahan perbincangan atas aksi mahasiswa adalah karena perbedaan, dua perbedaan yang menjadi titik tekan dalam tulisan ini adalah perbedaan organisasi atau identitas, dan perbedaan cara pendang penyampaian aspirasi. Dua hal itu yang membuat mahasiswa sampai sekarang masih banyak dibully atas aksi-aksinya dalam melakukan perjuangan dan pembelaan terhadap suatu kelompok

Berbagai macam bully an dan cemoohan yang diperoleh mahasiwa yang melakukan aksi, adalah murni dari ketidakfahaman mereka atas jati diri mahasiswa itu sendiri. Maka dari itu ketika kita telah mengaku dan mengantongi identias mahasiswa, patutulah untuk kita menjadi mahasiswa, mahasiswa adalah manusia yang cerdas, dan berpendidikan, toleransi selalu diajarkan dan tinggal bagaimana kita mengimplementasikan.

Terimakasih apabila pembaca berkenan membagikan artikel ini.


Labels: OPINI

Thanks for reading Mahasiswa dan Kritikan atas Aksi Mahasiswa. Please share...!

0 Komentar untuk "Mahasiswa dan Kritikan atas Aksi Mahasiswa"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top