-->

Menjawab Tantangan Sejarah Untuk Masa Depan


Sejarah merupakan sebuah ilmu yang menjadikan masa lampau sebagai objek kajian, dengan memaparkan secara kronologis melalui tahap analisis dan menggunakan berbagai metode yang telah ada. 

Objek kajian sejarah yang mengfokuskan pada kajian peristiwa masa lalu menimbulkan kesan kuno yang dibawakan oleh ilmu sejarah. 

Dengan timbulnya kesan kuno pada ilmu sejarah maka muncul presepsi orang lain bahwa sejarah hanyalah tentang dongeng atau cerita masa lalu yang sama sekali tidak ada implikasinya bagi masa sekarang.

Kesan tidak memiliki implikasi terhadap masa sekarang itu kemudian juga memberikan anggapan bahwa ilmu sejarah bertentangan dengan ilmu eksak atau ilmu alam, yang notabene untuk kemajuan di masa mendatang. 

Hal tersebut seakan menjadi sebuah kontradiktif antara ilmu sejarah dan ilmu eksak, terkait dengan implikasinya untuk menjawab tantangan masa. 

Tantangan demikianlah yang harusnya bisa dijawab oleh para sejarawan sekarang. 

Maka dari itu, perlu adanya pemahaman terkait dengan sejarah yang tidak hanya berkutat pada masa lalu, dan tentu juga memiliki pengaruh pada masa sekarang dan masa mendatang. 

Lantas bagaimana peran sejarah dalam menjawab tantangan di masa sekarang dan masa yang akan datang?



Menurut Kuntowijoyo, sejarah terbagi menjadi dua, yaitu sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah. 

Sejarah sebagai peristiwa adalah peristiwa sejarah yang terjadi  pada masa lampau dan tidak bisa terulang kembali pada masa sekarang atau masa mendatang. 

Sejarah sebagai peristiwa bersifat unik, karena tidak ada yang menyerupai, di manapun dan kapanpun. 

Sejarah sebagai peristiwa hanya satu kali terjadi sepanjang masa, tidak akan ada pengulangan peristiwa dengan waktu dan detil yang sama dikemudian hari.

Sejarah sebagai kisah adalah sebuah peristiwa masa lampau yang terekam dan telah direkonstruksi kemudian dikemas dalam bentuk lisan maupun tulisan melalui bukti-bukti peristiwa yang tersisa dan dapat diyakini kebenarannya. 

Sejarah sebagai kisah disajikan secara sistematis dan kronologis melalui analisis dan interpretasi yang logis, sehingga bisa dinikmati oleh pembaca maupun pendengar. 

Berbeda dengan sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah bisa berulang kali ditulis dan disampaikan oleh sejarahwan dan akan terus mengalami perbaikan-perbaikan di masa mendatang, sehingga dapat memberikan penjelasan yang lengkap dan sesuai dengan peristiwa yang menjadi objek kajian sejarah.

Dalam konteks sejarah dapat menjawab tantangan untuk masa depan, sejarah sebagai kisah dirasa sangat relevan dalam kajian ini. 

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa sejarah sebagai kisah memberikan kita gambaran peristiwa yang kronologis dan dikemas dalam bentuk lisan maupun tulisan yang dapat dibaca dan dinikmati oleh siapapun. 

Sehingga dapat memberikan penjelasan terhadap pembaca mengenai peristiwa masa lampau secara kronologis dan sistematis karena telah melalui analisis yang logis oleh peneliti.

Peran sejarah dalam menjawab tantangan masa tidak jauh dari fungsi dan kegunaan sebuah ilmu pengetahuan, yaitu menjelaskan explaining, meramal prediction, dan mengendalikan atau mengontrol controlling, ilmu sejarah juga memiliki fungsi yang sama sebagaimana di atas. 

Sejarah sebagai kisah dapat memberikan penjelasan yang kronologis dan sistematis mengenai peristiwa masa lampau melalui hasil dari penelitian sejarawan. 

Setelah sejarah memberikan penjelasan yang kronologis terkait dengan peristiwa masa lampau, sejarah kemudian memberikan pemahaman berbentuk analisa sebab akibat dari sebuah peristiwa masa lampau yang telah di jelaskan sebelumnya. 

Sehingga pembaca atau pendengar bisa meramalkan apa yang akan terjadi apabila beberapa kriteria telah dipenuhi melalui analisis kausalitas tersebut. 

Selanjutnya berbekal kedua tahap di atas, maka hal yang bisa dilakukan adalah mengendalikan atau mengontrol, agar sebuah peristiwa masa lampau dikehendaki terjadi atau tidak terjadi pada masa sekarang dan masa depan

Sebuah contoh dalam konteks sejarah Indonesia, pada masa Orde Baru (tahun 1980-an) Presiden Soeharto pernah menerapkan kebijakan dengan memilih untuk bersikap kooperatif terhadap umat Islam, hal itu terjadi pada masa akhir pemerintahan Soeharto, yang sebelumnya umat Islam di Indonesia cenderung dikesampingkan. 

Rupanya sikap kooperatif tersebut hanyalah merupakan sebuah strategi politik yang dilakukan oleh Soeharto dengan memanfaatkan massa dari umat Islam untuk melegitimasi kekuasaanya supaya ia terpilih kembali menjadi presiden di periode berikutnya, dan tidak ada timbal baliknya sama sekali terhadap umat Islam.

Setelah itu seorang sejarawan dapat memberikan prediksi atau ramalan dalam konteks masa sekarang terkait dengan kebijakan Soeharto yang memanfaatkan banyaknya massa umat Islam. 

Apabila sebuah pemerintahan sekarang atau dalam kontestasi politik terdengar suara desas-desus agama dan sebagainya, maka bisa diindikasikan bahwa itu hanyalah strategi politik semata, karena mempertimbangkan pada kejadian masa lalu yang memiliki ciri yang sama.

Setelah sejarawan dapat memprediksi maka yang bisa dilakukan adalah mengendalikan atau mengontrol. 

Yaitu jangan sampai agama dipakai sebagai sebuah alat untuk kampanye belaka, tanpa memperdulikan esensi dari agama itu sendiri, dan bahkan cenderung mencoreng kesucian sebuah agama. 

Karena pastinya dalam kontestasi politik (apalagi menggunakan agama sebagai sarana kampanye) pasti menimbulkan banyak pertentangan dan kontroversi yang panjang. 

Maka pengendalian terhadap peristiwa yang sama dengan masa lalu (dalam hal ini adalah menggunakan agama sebagai alat kampanye) jangan sampai terulang kembali pada masa sekarang dan masa mendatang.

Sebagai sebuah disiplin ilmu yang menitik beratkan pada rekonstruksi peristiwa masa lalu, bukan berarti sejarah hanya berfokus pada kejadian yang telah berlalu tanpa memberikan pengaruh untuk masa sekarang dan bahkan masa depan. 

Maka dari itu, jelas kiranya bahwa sejarah memiliki peran yang penting dalam masa sekarang dan masa yang akan datang, bukan hanya berkutat pada masa lalu dan membangun atau merekonstruksi masa lalu yang tidak memiliki dampak apapun pada masa sekarang dan masa depan. 

Sejarah memiliki pengaruh dan berperan penting pada masa sekarang dan yang akan datang, sejarah dapat memberikan pemahaman terhadap seseorang terkait dengan pengambilan pelajaran dari masa lalu untuk disesuaikan pada masa sekarang.

Melalui analisis dari ilmu sejarah, seseorang dapat mengambil pelajaran dari peristiwa masa lampau baik itu yang berdampak positif maupun negatif untuk diprediksi di masa sekarang. 

Apabila peristiwa tersebut baik, maka dapatlah dibiarkan saja terjadi, berbeda apabila memiliki dampak yang buruk, maka haruslah ada pencegahan-pencegahan yang dilakukan dan pengendalian terhadap beberapa aspek pemicu lahirnya peristiwa tersebut. 

Dengan begitu peristiwa yang memiliki dampak negatif akan lebih mudah teridentifikasi, dan bisa dilakukan pencegahan-pencegahan agar peristiwa tersebut tidak terjadi di masa sekarang atau masa mendatang.
Labels: OPINI

Thanks for reading Menjawab Tantangan Sejarah Untuk Masa Depan. Please share...!

0 Komentar untuk "Menjawab Tantangan Sejarah Untuk Masa Depan"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top