Kondisi Arab Pra Islam

Kondisi Politik


Kondisi politik di Arab pra Islam itu terdiri dari kabilah-kabilah,  kabilah merupakan sebuah pemerintahan kecil yang asas eksistensi politiknya adalah kesatuan fanatisme. Tiap satu kabilah memiliki pemimpin tersendiri. 

Kedudukan seorang pemimpin kabilah ditengah rakyatnya bagaikan seorang raja.

Apabila dalam kondisi peperangan, pemimpin kabilah bebas memerintah anggota kabilah layaknya seoran diktator yang memimpin sebuah negara.

Pemimpin kabilah memiliki hak-hak yang istimewa, ia mendapatkan seperempat dari harta rampasan perang yang diambil untuk dirinya sendiri sebelum dibagikan kepada anggota kabilah lainnya.


Kondisi politik semacam itu dapat diidentifikasi bahwa sistem diktator lah yang menjadi cerminannya. Akan tetapi kekuasaan di Hijaz di mata bangsa Arab memiliki kehormatan tersendiri. 

Mereka berkuasa di tanah suci dalam rangka mengurus para peziarah yang datang ke Ka’bah.





Kondisi Sosial Ekonomi



Di kalangan bangsa Arab terdapat beberapa kelas masyarakat, yang kondisinya berbeda satu sama lain. 



Hubungan seorang dengan keluarga di kalangan bangsawan sangat diunggulkan, dan dihormati, dan di jaga, sekalipun harus dengan menggunakan pedang. 


Seorang wanita tidak bisa memilih pasangan pria nya, karena menyerahkan semua urusan pendamping kepada walinya.

Sedangkan masyarakat dikalangan bawah, pernikahan tidak terjadi sebagaimana dilakukan oleh kalangan bangsawan. 

Perkawinan kalangan bawah terdiri dari empat jenis, yaitu perkawinan secara spontan, perkawinan istri kepada orang lain atas perintah suami, perkawinan poliandri, dan perkawinan seorang pelacur.

Sedangkan kondisi ekonomi bangsa Arab pra Islam, perdagangan merupakan sarana paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan di Jazirah Arab, ketentraman hanya bisa didapat pada bulan-bulan suci. 

Pada saat itula pasar-pasar yang sangat terkenal seperti Ukazh, Dzil Majaz, Majinnah, dll dibuka.

Bangsa Arab juga mengenal kerajinan-kerajinan sebagai sarana memutar roda perekonomian. Kebanyakan hasil kerajinan yang ada di Arab seperti jahit menjahit, menyamak kulit dll berasal dari Yaman, Hirah, dan pinggiran Syam. 

Meskipun di tengah Jazirah ada pertanian dan pengembalaan hewan ternak.


Kondisi Agama dan Akhlak masyarakat

Mayoritas bangsa Arab mengikuti dakwah Nabi Ismail, ketika ia menyeru pada agama Ibrahim, yang mengajurkan untuk menyembah Allah dan mengesakan Allah.

Akan tetapi dengan berjalannya waktu yang lama, praktek keagamaan yang dilakukan oleh bangsa Arab semakin menyimpang. 

Orang-orang musyrik mengaku berada pada agama Ibrahim justru mereka jauh sekali dari perintah dan syariat Nabi Ibrahim. 

Mereka menyembah berhala yang mereka buat sendiri. Berhala yang paling awal adalah Manat yang ditempatkan di tepi Laut Merah, kemudian mereka membuat Lata di Thaif, dan Uzza di Wadi Nakhlah. 

Inilah tiga berhala yang paling besar. Akan tetapi masih juga banyak berhala-berhala kecil yang bertebaran di setiap tempat di Hijaz.

Labels: SEJARAH ISLAM

Thanks for reading Kondisi Arab Pra Islam. Please share...!

0 Komentar untuk "Kondisi Arab Pra Islam"

Tulis komentarmu di sini

Back To Top